Kamis, 02 Mei 2013
Download our new Android App
Download our new Android App: Check out our new Android App BBPPKS Makassar NEWS. Get it here http://www.appsgeyser.com/444379
Kamis, 04 April 2013
PEMBUKAAN RAPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN SDM DAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI WILAYAH REGIONAL V (LIMA) SULAWESI
Dalam rangka mewujudkan sistem kesejahteraan sosial nasional yang inovatif dan kompetitif, Badan Pendidikan dan Penelitian
Kesejahteraan Sosial Kementerian
Sosial RI menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pembangunan
Kesejahteraan Sosial (Rakorbang Kesos) di enam
Wilayah Regional, yaitu Regional I (Padang), Regional II (Bandung), Regional
III (Yogyakarta), Regional IV (Banjarmasin), Regional V (Makassar) dan Regional
VI (Papua), pada kesempatan tersebut Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional V (Lima) Sulawesi melaksanakan kegiatan Rakorbang Kesos sebagai awal dari kegiatan Nasional ini.
Mengawali gelaran akbar tersebut, pada hari Selasa tanggal 26 Maret 2013, Menteri Sosial RI, Dr. Salim Segaf Al Jufri, MA, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Kesejahteraan Sosial (Rakorbang Kesos) di Wilayah Regional V Sulawesi di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Sulawesi Selatan Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH. M.Si, Para Pejabat Eselon I Kementerian Sosial Republik Indonesia, Staf Khusus Menteri Sosial, Walikota Makassar, Walikota Palu, Bupati Bantaeng, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Rektor Universitas Alkhairaat, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial Tamalanrea Makassar, Perwakilan dari Universitas Hasanuddin.
lingkungan
Kementerian Sosial RI, Ketua BK3S Propinsi di wilayah
regional
V Sulawesi; Ketua/
Komisioner Lembaga Sertifikasi Pekerja Sosial dan Tenaga Kesejahteraan Sosial
(LSPS & TKS); Ketua/
Komisioner Badan Akreditasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (BALKS); Ketua Lembaga Penelitian STKS
Bandung,
Fungsional Pekerja
Sosial
dan Penyuluh Sosial di
Lingkungan Dinas/instansi Sosial, Pengurus IPSI, IPPSI Ketua Forum NGO international/ nasional; Ketua lembaga kesejahteraan sosial/
organisasi sosial/ LSM ; Ketua Forum PSM; Ketua Forum Karang Taruna; Ketua PWI di wilayah regional Sulawesi serta peserta lainnya yang disesuaikan dengan peran
strategis mitra kerja BBPPKS
Penyelenggaraan Rapat
Koordinasi Pengembangan SDM dan Pembangunan Kesejahteraan Sosial Tahun 2013 bertema ”Mewujudkan
Sistem
Kesejahteraan Sosial Nasional yang Inovatif
dan Kompetitif”
dilaksanakan
selama 4 hari dari tanggal 25- 28 Maret 2013.
Tujuan
diselenggarakannya Rakorbang Kesos adalah mewujudkan koordinasi dan
sinkronisasi sistem pendidikan, pelatihan, penelitian, pengembangan profesi serta penyediaan data dan informasi
yang
inovatif dan kompetitif dalam pembangunan kesejahteraan sosial melalui
upaya-upaya yang secara khusus dilaksanakan yakni:
·
meningkatkan relasi, komunikasi dan pertukaran
informasi antar instansi/lembaga/unit kerja di lingkungan Kementerian Sosial,
pemerintah daerah dan para pihak mitra strategis lainnya;
·
membangun sinergi dalam
pelaksanaan program pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan
kesejahteraan sosial; dan
·
meningkatkan kerjasama
dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan,
pengembangan profesi pekerjaan sosial, serta penyediaan data dan informasi
kesejahteraan sosial.
Materi Rapat Koordinasi Pengembangan SDM dan
Pembangunan Kesejahteraan Sosial Tahun 2013 difokuskan pada 4 cluster tugas dan
fungsi Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan
Sosial Kementerian Sosial RI, yaitu:
1. Penyelenggaraan Pendidikan dan
Pelatihan Kesejahteraan Sosial:
2. Penelitian dan Pengembangan
Kesejahteraan Sosial
3. Pengembangan Profesi Pekerjaan Sosial
4. Penyediaan Data dan Informasi
Kesejahteraan Sosial
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Sosial menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Provinsi Sulawesi Selatan di 15 Kabupaten, 128 kecamatan dengan jumlah RTSM 58.218 KK dengan besar bantuan Rp.41.520.850.000. yang diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Selatan; Bantuan mobil tangki air senilai Rp. 321.920.000. untuk kab. Soppeng yang diserahkan kepada Bupati Soppeng; Bantuan mobil RTU senilai Rp. 368.540.000 untuk Kabupaten Maros. Yang diserahkan kepada Bupati Maros; bantuan untuk Kabupaten Jeneponto berupa Bahan Bangunan Rumah korban Kebakaran untuk 59 KK senilai Rp. 826.000.000 bagi rumah yang rusak berat dan BBR Kebakaran untuk 10 KK senilai Rp. 60.000.000. untuk rumah yang rusak ringan yang diserahkan kepada Bupati Jeneponto serta penyerahan Sertifikat Training of Trainers pendidikan dan pelatihan Program Kesejahteraan Sosial Anak dan Sertifikat Training of Trainers pendidikan dan pelatihan pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat.
Melalui Rapat Koordinasi ini, diharapkan
kinerja untuk mewujudkan koordinasi dan
sinkronisasi sistem pendidikan, pelatihan, penelitian, pengembangan profesi serta penyediaan data dan informasi
yang
inovatif dan kompetitif dalam pembangunan kesejahteraan sosial terus
mengalami peningkatan, baik kuantitas
maupun kualitasnya. Dengan demikian pada gilirannya mampu melahirkan SDM dan program pelayanan kesejahteraan sosial yang inovatif
dan kompetitif untuk mendukung sistem pembangunan kesejahteraan sosial.
di Postkan Oleh : Pniel Halawa
di Postkan Oleh : Pniel Halawa
Senin, 04 Maret 2013
MENSOS MEMBUKA SECARA RESMI DIKLAT MANAJEMEN KESERASIAN SOSIAL BAGI BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) SEKOTA PALU DAN DAN DIALOG PENGUATAN KEARIFAN LOKAL
Keserasian sosial telah tumbuh dan berkembang di Indonesia, menjadi budaya dan jati diri bangsa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pada masa lalu, keserasian sosial
menjadi alat pemersatu dan penyelaras keragaman dalam membentuk NKRI. Pada saat
ini dan masa mendatang, keserasian sosial menjadi modal dasar dalam pembangunan
bangsa, sekaligus menjadi identitas bangsa Indonesia di tengah pergaulan
global. Namun demikian, disadari bahwa keserasian sosial tidak bersifat statis,
melainkan dinamis sehingga harus dipelihara dan dijaga agar tumbuh terpelihara
dan terwariskan pada generasi penerus bangsa. Bila konflik sosial dapat
dikendalikan, maka keamanan akan meningkat. Keamanan meningkat akan memberikan
kewaspadaan nasional yang tinggi pula yang otomatis akan membentuk ketahanan
nasional. Disinilah, generasi muda sangat diharapkan mampu berperan aktif dalam
mewujudkan ketahanan sosial masyarakat. Untuk mempersiapkan generasi muda
sebagai pelopor pembangunan kesejahteraan sosial yang mampu menciptakan
keserasian sosial dan ketahanan sosial masyarakat. Maka diperlukan
pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pengetahuan tentang manajemen
keserasian sosial yang ditujukan bagi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dalam
rangka mewujudkan kebijakan dan program kesejahteraan sosial yang salah satunya
adalah keserasian sosial dan ketahanan sosial masyarakat. Kegiatan ini
merupakan satu pola terpadu dalam penguatan keserasian sosial dengan
menggambungkan dua event yakni (1) kegiatan diklat yang di inisiasi Balai Besar
Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional V Sulawesi di
Makassar dan (2) Kegiatan dialog Sosial yang diinisiasi Direktorat Bantuan
Sosial Korban Bencana Sosial (BSKBS).
Dengan Adanya Kegiatan diklat dan dialog ini diharapkan terdapat lima point yang harus diperoleh
1. Kita
mendapatkan alumni diklat, pemuda/mahasiswa pejuang yang mampu menjadi agen
penguat keserasian sosial di dunia kampus, dan kelak diimpelementasikan di
masyarakat sesuai dengan ilmu dan bidang pengabdiannya.
2. Kita mampu
melahirkan dialog sosial yang melibatkan berbagai unsur dan lapisan sosial.
Dengan demikian dari Sulawesi Tengah ini kita mampu melahirkan sumber daya
manusia serta berbagai metode resolusi konflik yang tumbuh secara “botoom up”
hasil dialog dari bawah sesuai aspirasi masyarakat
3. Kita tidak
ingin penanganan bencana sosial hanya selesai di atas kertas atau hanya di
puncak gunung, tetapi akar persoalannya tidak tersentuh. Untuk itu unsur
akademisi para pakar dilibatkan dalam kegiatan ini sehingga formula penanganan
lebih sistematis, akuntabel memberikan sumbangsih solusi komprehensif dalam
pencegahan dan penanganan bencana sosial. Tentunya para pakar memiliki
kemampuan mendeteksi akar permasalahan sehingga penanganan bencana sosial dapat
tuntas dan tidak terulang kembali.
4. Lebih dari
itu, kita harus kembalikan ke hakekat dasar bahwa pendidikan dalam keluarga
merupakan fokus utama dalam pencegahan dan penanganan bencana sosial. Saya
menyambut baik beberapa daerah yang menerapkan kebijakan penguatan budi pekerti
dan pengajaran agama di keluarga. Terlebih bagi wilayah Sulawesi Tengah yang
religius tentunya sangat cocok sebagai pelopor penguatan keserasian sosial di
masyarakat.
5. Perlunya
penataan dan penguatan Early Warning System (sistim peringatan dini). Hal ini
sesuai dengan sifat kebencanaan (alam maupun sosial) yang sulit diprediksi.
Perlu mengenal potensi konflik, memetakan konteks persoalan yang bisa memicu
konflik serta tentunya memperkuat jaringan koordinasi, koolaborasi dan
penguatan jejaring kerja antar sektor dalam rangka kegiatan pencegahan,
penanganan dan kegiatan pasca konflik. Pencegahan secara dini dapat dilakukan
dengan menempatkan potensi sumber sosial di tingkat akar rumput (PSM, TKSK, KT,
tokoh masyarakat, agama ) sebagai agen pencerahan dan pencegahan konflik
sosial. Untuk membangun sistem peringatan dini, diperlukan juga tenaga-tenaga
Fungsional Pekerja Sosial spesialis manajemen bencana
Sasaran
1.
Diklat :
Para mahasiswa generasi muda yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se
Sulawesi Tengah
2.
Dialog :
antar masyarakat dari berbagai unsur dan lapisan di Sulawesi Tengah.
Waktu
dan Tempat
Diklat dan Dialog ini diselenggarakan dari tanggal
19 s/d 22 Februari 2013 bertempat di hotel Graha Mulia Jl. Tanjung Satu No. 70
Kota Palu Sulawesi Tengah.
Peserta
Peserta Diklat berjumlah 90 orang berasal dari perguruan tinggi di kota
Palu
No.
|
Asal Peserta
|
Jumlah
|
1
|
UNIVERSITAS TADULAKO
|
15 Orang
|
2
|
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
|
15 Orang
|
3.
|
UNIVERSITAS AL HAERAT
|
45 Orang
|
4.
|
STAIN
|
15 Orang
|
JUMLAH
|
90 Orang
|
Sedangkan Dialog diikuti peserta dari unsur masyarakat dari berbagai lapisan secara invidu maupun kelembagaan dari kota Palu dan sekitarnya Fasilitator /tenaga pengajar untuk diklat antara lain dari :
1.
Kementerian Sosial Republik Indonesia
2.
Polda Sulawesi Tengah
3.
Universitas Al-Khairaat Palu.
4.
Pusat Studi Konflik
Sosial Kota Palu Sulawesi Tengah
Adapun kegiatan Dialog difasilitasi oleh nara
sumber dari :
1.
Kementerian
Sosial RI
2.
Pemerintah
Provinsi Sulawesi Tengah
Dipostkan : Pniel S Halawa
Langganan:
Postingan (Atom)